Kamis, 22 Oktober 2026

BPH Migas Pastikan Stok BBM di Jatim Aman, Pertalite juga Tersedia di SPBU

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Wahyudi Anas Kepala BPH Migas. Foto: Rehuellah Gertruini Mg. suarasurabaya.net

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur dalam kondisi aman. Monitoring distribusi dilakukan sejak Selasa (20/10/2026) pagi, untuk memastikan pasokan BBM, terutama di wilayah yang jauh dari terminal BBM, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Wahyudi Anas Kepala BPH Migas mengatakan, pemantauan dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Jember, Lumajang, Malang, Sidoarjo, dan Surabaya. Wilayah-wilayah tersebut dipilih untuk memastikan mekanisme distribusi serta armada pengiriman BBM tidak mengalami hambatan.

“Kami mulai Selasa pagi melakukan monitoring distribusi BBM di Jawa Timur, mengambil beberapa kasus yang letak distribusinya jauh dari terminal BBM. Kami ingin memastikan stok BBM di SPBU cukup untuk memenuhi layanan masyarakat,” kata Wahyudi.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok Pertalite di SPBU diperkirakan mencukupi kebutuhan konsumsi selama 2–3,5 hari. Sementara itu, stok bensin nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dex Series, tersedia untuk kebutuhan sekitar 4–5 hari atau lebih karena tingkat konsumsinya relatif lebih rendah. Adapun stok Biosolar subsidi di SPBU diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 2–3 hari.

“Ini cukup aman dan bagus karena tangki timbun di SPBU kapasitasnya mencapai maksimal empat hari. Artinya, stok 2–3,5 hari tadi, suplai dari Pertamina tidak mengalami gangguan dan akan terus diisi bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina juga memantau SPBU yang persediaan BBM-nya mulai menurun hingga sekitar 50 persen. SPBU tersebut akan mendapatkan tambahan pasokan secara berkala untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Terkait antrean kendaraan yang sempat terjadi pada 17 Oktober 2026 di sejumlah SPBU di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang, Wahyudi mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi di lapangan, termasuk pada jam-jam sibuk ketika masyarakat berangkat dan pulang kerja.

Dari hasil pemantauan, kondisi antrean di Jawa Timur dinilai mulai landai. Pelayanan di SPBU juga disebut masih berjalan dengan baik dan belum ditemukan kendala berarti dalam distribusi maupun pelayanan BBM.

“Kami pastikan di Jawa Timur kondisinya sudah cukup baik, cukup landai, dan layanan di SPBU tidak mengalami kendala. Kami memastikan demikian melalui monitoring di daerah,” katanya.

Meski demikian, Wahyudi mengingatkan bahwa kebutuhan BBM bersifat dinamis dan dapat berubah dari satu titik ke titik lainnya. Pada Juli lalu, konsumsi BBM untuk kendaraan logistik di Surabaya tercatat mengalami peningkatan sekitar 12–14 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menjaga ketersediaan BBM, terutama di kawasan dengan mobilitas kendaraan dan aktivitas logistik yang tinggi.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan, rata-rata ketersediaan BBM di sejumlah SPBU berada pada kisaran 2,5–5 hari, bergantung pada jenis BBM dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.

Di beberapa titik yang dipantau secara acak, termasuk kawasan MERR Surabaya, tidak ditemukan antrean kendaraan. Stok BBM di SPBU yang diperiksa juga masih berada pada kisaran 80–90 persen.

Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya menyediakan BBM sesuai tingkat kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Karena itu, monitoring distribusi akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Kami mengajak masyarakat membeli BBM dengan bijak dan wajar sesuai kebutuhan harian agar tidak ada antrean atau hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada SPBU yang sedikit antre, kami berharap masyarakat bisa beralih ke SPBU lainnya,” ujarnya. (lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2026
34o
Kurs