Rabu, 16 September 2026

BPR-BPRS Jatim Dorong Kolaborasi dengan Bank Umum Hadapi Keterbatasan Pembiayaan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Talkshow soal tantangan BPR/BPRS di Jatim, Selasa (15/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) mengakui sedang menghadapi keterbatasan pembiayaan dan digitalisasi.

The Fang Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jatim menyebut, berkaca dari kurangnya likuiditas, ia menilai perlu transformasi digital.

“Saat ini sih kondisi BPR juga butuh satu naungan artinya berkolaborasi dengan CIMB Niaga sehingga atau bank umum supaya kita juga bisa lebih baik lagi ke depannya,” katanya saat ditemui usai penyelenggaraan CIMB Niaga BPR dan BPRS Gathering 2026 di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Ia berharap kolaborasi dengan bank umum salah satunya CIMB Niaga dalam bentuk penyelesaian masalah digital, inklusi keuangan dan fitur-fitur lain yang bisa diadopsi.

“Makanya kita mungkin mulai ada banyak yang namanya kolaborasi, sindikasi dengan beberapa bank umum kan gitu, dengan BPR sendiri. Karena pertumbuhan kredit memang kalau dilihat tadi katanya meningkat kan gitu ya. Cuma untuk sektor apanya ini kan kalau di BPR enggak semuanya bisa mencakup,” paparnya.

Agus Mulyana Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi) Jatim Plus menambahkan, kolaborasi ini perlu untuk memperkuat peran BPR dan BPRS yang merupakan garda terdepan di daerah.

“Saya yakin bank besar terjun ke daerah-daerah akan kesulitan. Bantulah kami drngan teknologi sehingga kami memiliki layanan yang baik kepada masyarakat,” bebernya.

Menanggapi itu, Herwin Bustaman Chief Syariah Wholesale Banking, Strategy & Finance CIMB Niaga menyatakan, BPR dan BPRS memiliki peran yang strategis dalam memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerah.

Karena itu, CIMB Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perbankan yang relevan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis BPR dan BPRS.

“Termasuk layanan transaction banking, cash management, serta kapabilitas digital yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami berharap sinergi yang semakin erat ini dapat mendorong pertumbuhan bersama dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Herwin.

Solusi perbankan itu berupa layanan pengelolaan dana, transaksi bisnis, serta solusi digital. Beberapa di antaranya integrasi sistem melalui API (Application Programming Interface), aplikasi cash management OCTOBIZ, Corporate Debit Card, payment point online, e-Wallet OCTO Pay, QRIS Merchant, dan kerjasama solusi haji. (lta/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
26o
Kurs