Senin, 14 September 2026

BRICS Kembangkan Pembayaran Lintas Negara Berbasis Mata Uang Lokal

Laporan oleh Wilda Aulia Maulida Afni
Bagikan
Juda Agung (kanan depan) Wakil Menteri Keuangan RI bersama Destry Damayanti (kiri) Gubernur Bank Indonesia dalam rangkaian acara KTT BRICS di New Delhi, India. Foto: Bank Indonesia

Negara-negara anggota BRICS memperkuat upaya penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi lintas negara. Arah kebijakan itu tercantum dalam New Delhi Declaration 2026, yang disepakati dalam KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026) lalu.

Dalam poin 90 deklarasi, para pemimpin BRICS mengakui upaya BRICS Payment Task Force (BPTF) untuk mengeksplorasi solusi praktis guna membuat pembayaran lintas negara semakin efisien.

“Kami meyakini bahwa penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal merupakan mekanisme praktis untuk mengurangi biaya transaksi dalam perdagangan bilateral,” kata Sudhakar Dalela, Sekretaris Hubungan Ekonomi Kementerian Luar Negeri India.

Namun, penggunaan mata uang lokal tersebut tidak berarti BRICS telah membentuk atau menetapkan satu mata uang bersama. New Delhi Declaration, justru menegaskan bahwa pengembangan mekanisme pembayaran tetap memperhatikan prioritas nasional masing-masing negara.

Diketahui, dua hari sebelum New Delhi Declaration disepakati, Destry Damayanti Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan posisi Indonesia dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS atau 2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Mumbai pada 9–10 September 2026.

“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara,” ujar Destry.

Forum ini dihadiri pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan negara-negara BRICS, yakni Indonesia, Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia dan Iran.

Bahkan, Indonesia juga melakukan pertemuan bilateral untuk mendukung keseriusan dalam pengimplementasian mata uang lokal tersebut.Destry melakukan pertemuan bilateral dengan Sanjay Malhotra Gubernur Reserve Bank of India (RBI).

Keduanya membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia–India, Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara. (aul/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 14 September 2026
31o
Kurs