Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis pada perdagangan, Senin (14/9/2026), menjadi Rp17.614 per dolar AS. Sebelumnya rupiah di level Rp17.611 per dolar AS pada penutupan, Jumat (11/9/2026).
Rully Nova Analis Bank Woori Saudara mengatakan, tekanan terhadap rupiah antara lain dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.600 – Rp17.680 dipengaruhi oleh global melemahnya mayoritas mata uang kawasan akibat kenaikan harga minyak seiring meningkatnya risiko geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed Kamis (17/9) minggu ini,” kata Rully, Senin, yang dikutip Antara.
Menurutnya, pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi empat persen.
Ekspektasi tersebut juga berpotensi membuat Bank Indonesia (BI) mengambil sikap lebih ketat atau hawkish dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan depan.

NOW ON AIR SSFM 100

