Selasa, 27 Oktober 2026

Bulog Sebut Cadangan Beras Indonesia Capai 4,5 Juta Ton, Ungguli Malaysia dan Filipina

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) Direktur Utama Perum Bulog meninjau stok beras di salah satu gudang yang dikelola BUMN pangan tersebut. Foto: Antara

Perum Bulog menyebut Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta ton hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut diklaim jauh lebih besar dibandingkan stok penyangga beras yang dilaporkan Malaysia dan Filipina.

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, besarnya cadangan beras menjadi modal strategis pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan pasokan dan harga, serta mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

“Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu negara dengan cadangan beras pemerintah yang kuat di kawasan Asia Tenggara,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun Bulog, Malaysia memiliki stok penyangga beras nasional sebesar 200.000 ton pada Agustus 2026.

Sementara itu, cadangan beras yang tersimpan di fasilitas National Food Authority (NFA) Filipina diperkirakan mencapai 286.500 ton per 1 September 2026.

Dengan stok sekitar 4,5 juta ton, cadangan beras Indonesia secara nominal setara 22,5 kali stok penyangga Malaysia dan sekitar 15,7 kali estimasi cadangan Filipina.

Namun, perbandingan tersebut perlu mempertimbangkan perbedaan cakupan dan periode pencatatan stok masing-masing negara. Vietnam, misalnya, melaporkan pengadaan cadangan pangan nasional sebesar 500.000 ton sepanjang 2025.

Angka tersebut merupakan realisasi pengadaan selama satu tahun, bukan posisi stok terkini yang dapat dibandingkan langsung dengan CBP Indonesia.

Dilansir dari Antara, Bulog menyatakan besarnya cadangan beras nasional didukung oleh penguatan produksi dalam negeri serta penyerapan gabah dan beras petani.

Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri tercatat mencapai 4.238.543 ton setara beras atau 105,96 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Menurut Bulog, capaian tersebut menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Rizal memastikan stok beras yang dikelola Bulog memadai untuk menghadapi kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton,” tegasnya.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan alokasi beras SPHP sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan pasar dan menjaga keterjangkauan harga.

Sementara itu, bantuan pangan beras periode Oktober hingga Desember 2026 menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP). Setiap penerima dijadwalkan memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Rizal menegaskan, besarnya cadangan beras perlu diikuti penyaluran yang optimal agar manfaatnya dirasakan masyarakat, baik melalui stabilisasi harga maupun perluasan akses terhadap pangan.

“Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,” ujarnya. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2026
28o
Kurs