Jumat, 25 September 2026

Dana Kredit Belum Cair Capai Rp2.548 Triliun, BI Catat Permintaan dari Swasta Mulai Meningkat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Destry Damayanti (kiri) Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Suahasil Nazara (kanan) Menteri Keuangan RI dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Antara

Untuk mendorong penyaluran kredit, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) sejak 1 September 2026.

Melalui kebijakan itu, bank dapat memperoleh insentif maksimal dua persen atau 200 basis poin dari dana pihak ketiga (DPK), apabila menjaga rasio kepemilikan SBN dan SRBI nonrepo terhadap total pendanaan di bawah 19 persen.

Insentif diberikan melalui pengurangan giro yang wajib ditempatkan bank di BI untuk memenuhi ketentuan giro wajib minimum (GWM). Dengan skema tersebut, BI berharap likuiditas perbankan lebih banyak disalurkan untuk membiayai kegiatan ekonomi.

Sinyal peningkatan penyaluran kredit mulai terlihat pada Agustus 2026. Kredit perbankan tumbuh 13,65 persen secara tahunan, ditopang kredit investasi yang meningkat 25,11 persen dan kredit modal kerja yang tumbuh 11,45 persen.

“Ini hal yang sangat bagus karena artinya pertumbuhan kredit itu masuk ke sektor produktif. Jadi, ini buat kami menjadi suatu sinyal juga bahwa aktivitas ekonomi terus berputar dengan kapasitas ekonominya yang bertambah karena ada kredit investasi tadi,” ujarnya. (ant/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 25 September 2026
31o
Kurs