“Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus,” katanya.
Pandu juga menyinggung persoalan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang belakangan jadi perhatian investor, setelah muncul usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.
Menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi pasar modal perlu dibedakan dengan kondisi fundamental masing-masing perusahaan.
Karena itu, Danantara tetap melihat prospek bisnis dan kinerja perusahaan sebagai pertimbangan utama sebelum membeli saham, termasuk saham-saham BUMN.
Sementara itu, Stefanus Ade Hadiwidjaja Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM) menjelaskan, pembelian saham tidak dilakukan dengan memilih sendiri saham tertentu atau stock picking.
NOW ON AIR SSFM 100

