Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) pada Semester I Tahun 2026 mencapai 5,84 persen melampaui rata-rata nasional sebesar 5,45 persen sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan pertumbuhan ekonomi itu juga sejalan dengan perbaikan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian dan dinamika global, Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi melampaui capaian nasional. Pada saat yang sama, jumlah penduduk miskin dan pengangguran juga menurun. Ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen di Jawa Timur,” kata Khofifah, Kamis (6/8/2026).
Khofifah menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang oleh tiga sektor utama. Antara lain industri pengolahan dengan kontribusi 31,27 persen, perdagangan 18,49 persen, serta pertanian 10,87 persen.
Di sisi lain, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen dari sebelumnya 9,30 persen pada September 2025. Sehingga jumlah penduduk miskin berkurang 92.060 jiwa, dari 3.804.290 jiwa menjadi 3.712.230 jiwa.
“Yang terpenting bukan hanya semakin sedikit masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, tetapi kualitas hidup masyarakat miskin juga terus membaik,” katanya.
Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim juga turun menjadi 3,42 persen. Jumlah penduduk bekerja tercatat meningkat menjadi 24,46 juta orang atau bertambah sekitar 205,53 ribu orang.
Meski demikian, Khofifah menegaskan masih ada tantangan yang perlu mendapat perhatian, yakni masih tingginya angka pengangguran lulusan SMK dan perguruan tinggi.
Untuk itu Pemprov Jatim akan memperkuat penyesuaian antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, serta program magang.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan ke depan masih sangat dinamis. Karena itu, kita harus terus memperkuat sinergi, menjaga kondusivitas, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin adil dan merata,” tandasnya.(wld/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

