Rabu, 23 September 2026

IHSG Anjlok 1,69 Persen ke 6.277, Rebalancing Dana Asing Jadi Perhatian Investor

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG turun 107,69 poin atau 1,69 persen ke level 6.277,04.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terjadi di tengah perhatian investor terhadap potensi penataan ulang atau rebalancing aliran dana asing di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam resmi masuk dalam klasifikasi emerging market FTSE Russell.

Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan juga terkoreksi 8,68 poin atau 1,37 persen menjadi 625,61.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, perubahan status Vietnam dari frontier market menjadi emerging market berpotensi memengaruhi distribusi aliran modal asing di kawasan.

“Peningkatan status Vietnam ke dalam FTSE emerging market, secara langsung memicu potensi penataan ulang (rebalancing) aliran modal asing di Asia Tenggara,” ujar Nico dilansir dari Antara.

Menurut Nico, perubahan klasifikasi tersebut membuka peluang masuknya dana investor asing ke pasar saham Vietnam.

Kondisi itu menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

FTSE Russell resmi memasukkan Vietnam ke kelompok emerging market mulai September 2026. Implementasi kenaikan status tersebut dilakukan secara bertahap, sehingga dampaknya terhadap aliran dana asing diperkirakan berlangsung dalam beberapa tahap.

Selain faktor Vietnam, pergerakan bursa kawasan Asia turut dipengaruhi perkembangan harga minyak mentah dan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Nico mengatakan harga minyak yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar.

“Penurunan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan tekanan inflasi,” ujarnya.

Data satelit, lanjut Nico, menunjukkan peningkatan muatan minyak Arab Saudi di kawasan Teluk Persia. Kondisi tersebut mengindikasikan aktivitas ekspor mulai bergeser kembali melalui Selat Hormuz, di tengah perkembangan operasional jalur pipa Timur-Barat.

“Tentunya ini sebuah harapan kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah,” kata Nico.

Investor juga mencermati agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Pelaku pasar turut memperhatikan kemungkinan pertemuan Trump dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela agenda tersebut.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dijadwalkan berlangsung pada 22-23 September 2026. Jadwal tersebut tercantum dalam kalender resmi Bank Indonesia.

Nico menyebut pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga BI. Sebelumnya, BI mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen dalam RDG Agustus 2026.

“Secara konsensus diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, sehingga berpotensi mempersempit celah intervensi atau dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing,” ujar Nico.

IHSG sempat dibuka di zona positif pada awal perdagangan. Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan masuk ke zona merah hingga penutupan sesi pertama.

Tekanan berlanjut pada sesi kedua. IHSG bertahan di teritori negatif sampai perdagangan saham berakhir dengan penurunan 1,69 persen.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya satu sektor yang mencatat penguatan, yakni sektor barang konsumen nonprimer sebesar 0,23 persen.

Sebaliknya, 10 sektor mengalami penurunan. Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 2,52 persen, disusul sektor properti sebesar 1,90 persen dan sektor industri sebesar 1,85 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan harga terbesar, di antaranya FORU, BPTR, SAPX, AGAR, dan DFAM. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain BBSS, RISE, TRIN, GDST, dan TRUE.

Aktivitas perdagangan saham tercatat cukup tinggi dengan 2,15 juta transaksi. Total saham yang diperdagangkan mencapai 32,23 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp14,43 triliun.

Sebanyak 148 saham ditutup menguat, 556 saham melemah, sedangkan 259 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, sejumlah bursa justru bergerak positif pada Selasa sore. Indeks Shanghai naik 0,06 persen ke 3.952,13, Hang Seng menguat 0,18 persen menjadi 25.087,75, dan Kospi naik 0,15 persen ke 7.017,91.

Bursa Kuala Lumpur juga menguat 0,99 persen ke 1.683,50, sedangkan Straits Times Singapura naik 0,86 persen menjadi 5.723,76.

Sementara itu, bursa Jepang tidak melakukan perdagangan karena libur Citizen’s Holiday. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 23 September 2026
27o
Kurs