Selama dua pekan terakhir, OJK dan BEI telah mengumumkan sejumlah inisiatif kebijakan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan investor, yang dilakukan di tengah proses evaluasi dari penyedia indeks global MSCI.
Di sisi lain, pemerintah mengkaji pemberian kembali diskon tarif listrik, penambahan pasokan BBM bersubsidi, dan diskon tiket pesawat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
“Namun, stimulus itu perlu mempertimbangkan keterbatasan ruang fiskal dan tambahan beban subsidi energi,” ujarnya.
Liza menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan bantuan bagi rumah tangga miskin dan rentan, serta memperkuat ketahanan pangan, memperlancar distribusi, dan mengoptimalkan operasi pasar agar pengendalian inflasi lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan optimistis defisit APBN 2026 tetap terkendali di level 2,85 persen terhadap PDB, meskipun Rupiah melemah hingga Rp18.156 per dolar AS dan harga minyak Brent mencapai 115,81 dolar AS per barel.
NOW ON AIR SSFM 100

