Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2026, meningkat dari 5,29 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama yang berkontribusi 82,78 persen terhadap PDB.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen (yoy), didukung peningkatan aktivitas restoran, hotel, dan transportasi, sementara investasi (PMTB) naik 6,06 persen (yoy), terutama ditopang pertumbuhan investasi kendaraan sebesar 12,96 persen.
Kemudian, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) seiring peningkatan belanja pegawai ASN serta realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Namun, sumber pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9-5,7 persen sepanjang 2026. Untuk menjaga momentum itu, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah.
“Dukungan stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku usaha, serta penguatan konsumsi dan investasi diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

