Menurut Nico, kembali normalnya aktivitas bandara berpotensi menggerakkan kembali aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan logistik, rantai pasok, mobilitas, dan konektivitas bisnis.
“Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, supplay chain, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis,” katanya dilansir dari Antara.
Namun, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar. Dari kawasan Asia, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz.
Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena pasar mengantisipasi kemungkinan gangguan yang lebih besar terhadap jalur energi strategis tersebut.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan kesepakatan antara Iran dan Oman terkait pengaturan pengiriman melalui Selat Hormuz.












