Selasa, 8 September 2026

IHSG Ditutup Menguat 1,01 Persen, Sentimen Domestik Jadi Penopang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (8/9/2026), meski mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak melemah.

IHSG menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke level 6.686,44. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan naik 9,16 poin atau 1,40 persen menjadi 665,58.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG salah satunya ditopang sentimen pasar terhadap posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap terjaga.

“IHSG menguat ditopang dari dukungan pasar seiring dengan posisi cadangan devisa Agustus yang terjaga, dimana membukukan sebesar 46,5 miliar dolar AS atau lebih tinggi dari posisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS,” ujar Nico.

Selain cadangan devisa, sentimen domestik turut membaik setelah sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup selama dua hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi.

Menurut Nico, kembali normalnya aktivitas bandara berpotensi menggerakkan kembali aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan logistik, rantai pasok, mobilitas, dan konektivitas bisnis.

“Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, supplay chain, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis,” katanya dilansir dari Antara.

Namun, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar. Dari kawasan Asia, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena pasar mengantisipasi kemungkinan gangguan yang lebih besar terhadap jalur energi strategis tersebut.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan kesepakatan antara Iran dan Oman terkait pengaturan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Iran sebelumnya menyatakan kesepakatan tersebut hampir rampung, yang memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya kendali Teheran atas jalur pelayaran tersebut.

“Pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global,” ujar Nico.

Dari China, sentimen ekonomi turut menjadi perhatian setelah surplus perdagangan negara tersebut pada Agustus 2026 tercatat 119,1 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan 112,5 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Ekspor China melonjak 25 persen secara tahunan menjadi 401,44 miliar dolar AS, sedangkan impor meningkat 28,2 persen secara tahunan menjadi 282,36 miliar dolar AS.

Di dalam negeri, IHSG dibuka menguat dan mampu bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks kembali bergerak di teritori hijau hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mencatat penguatan. Sektor barang baku menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,94 persen, disusul sektor barang konsumen primer 1,56 persen dan sektor industri 1,17 persen.

Sebaliknya, tiga sektor mengalami penurunan. Sektor kesehatan melemah paling dalam sebesar 0,67 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 0,58 persen dan sektor barang konsumen nonprimer yang terkoreksi 0,06 persen.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga terbesar, yakni POLA, ASPI, SHID, SOHO, dan PPRI. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain FPNI, NZIA, OMED, UDNG, dan LUCY.

Aktivitas perdagangan saham tercatat sebanyak 2.265.000 transaksi dengan volume 35,15 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp15,70 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 388 saham menguat, 253 saham melemah, sedangkan 322 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di bursa regional Asia, mayoritas indeks bergerak melemah. Nikkei turun 1,69 persen ke 65.278,00, Hang Seng melemah 0,38 persen ke 25.317,18, dan Kospi turun 0,58 persen ke 6.954,52.

Sementara itu, Shanghai Composite menguat tipis 0,20 persen ke 3.940,55 dan Straits Times melemah 0,144 persen ke 5.764,37. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 8 September 2026
29o
Kurs