“Bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026,” ujar Nico dilansir dari Antara.
Dalam pidatonya pada Simposium Jackson Hole, Jumat (28/8/2026), Warsh memperingatkan bahwa inflasi AS belum menunjukkan perlambatan yang signifikan.
Ia juga menegaskan komitmen bank sentral AS untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen.
Sentimen global lainnya datang dari pasar energi. Harga minyak melonjak setelah militer AS menargetkan peluncur roket Iran yang disebut tengah bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap risiko geopolitik dan potensi dampaknya terhadap harga energi serta perekonomian global.








