Senin, 7 September 2026

IHSG Senin Ditutup Turun 16,81 Poin ke 6.619, Sentimen Global Jadi Tekanan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah.

IHSG tertekan sentimen global dan domestik hingga ditutup turun 16,81 poin atau 0,25 persen ke level 6.619,67 pada Senin (7/9/2026).

Indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan juga melemah 1,17 poin atau 0,18 persen ke posisi 656,42.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG pada awal pekan dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal.

“Mengawali pekan ini, pergerakan IHSG dipengaruhi dari sentimen eksternal dan internal,” ujar Nico.

Dari pasar global, bursa saham Asia bergerak variatif. Investor cenderung berhati-hati menyikapi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memengaruhi sentimen pasar.

Kedua negara terlibat aksi saling serang yang menyasar sejumlah kapal. Iran disebut menargetkan kapal tanker minyak dan kapal yang terkait dengan AS, sementara Washington sebelumnya menyerang kapal tanker minyak Iran.

Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi, terutama karena potensi gangguan pada sektor energi dan jalur perdagangan.

“Saling melancarkan serangan terhadap kapal selama akhir pekan kemarin, memicu kekhawatiran inflasi baru,” ujar Nico dilansir dari Antara.

Pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. US Change in Nonfarm Payrolls tercatat meningkat dari 21.000 menjadi 162.000.

Penguatan pasar tenaga kerja tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS atau The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada September 2026.

Di tengah tekanan tersebut, saham sektor teknologi global justru mendapat sentimen positif. Optimisme terhadap model kecerdasan buatan (AI) terbaru OpenAI turut mendorong ekspektasi meningkatnya permintaan terhadap chip memori dan produk pendukung teknologi AI.

Sentimen tersebut sebelumnya ikut menopang saham teknologi Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (4/9/2026).

Sementara dari dalam negeri, pasar turut mencermati risiko yang muncul akibat sejumlah bencana alam.

Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat, transportasi, dan distribusi logistik.

Di sisi lain, kondisi fundamental eksternal Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat dari 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli 2026.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Pergerakan IHSG sendiri sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. Namun, indeks kemudian masuk ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan bertahan di wilayah merah sepanjang sesi kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor berhasil menguat. Sektor industri memimpin kenaikan dengan penguatan 1,30 persen, disusul sektor energi sebesar 1,06 persen dan sektor barang kesehatan sebesar 0,77 persen.

Sebaliknya, empat sektor mengalami pelemahan. Sektor teknologi menjadi penekan terbesar setelah turun 0,73 persen. Berikutnya sektor keuangan melemah 0,70 persen dan sektor barang baku turun 0,60 persen.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga terbesar, yakni MEDS, NZIA, HALO, SOHO, dan SHID. Sementara saham dengan penurunan harga terbesar antara lain HOPE, JAYA, AKSI, LUCY, dan LOPI.

Aktivitas perdagangan saham pada Senin tercatat cukup tinggi. Frekuensi transaksi mencapai 2.119.000 kali dengan volume perdagangan 35,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp13,62 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 300 saham menguat, 348 saham melemah, sedangkan 315 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, sejumlah indeks utama bergerak beragam. Nikkei Jepang naik 2,02 persen ke 66.334,00, Shanghai Composite menguat 0,07 persen ke 3.932,70, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,93 persen ke 25.413,12.

Kospi Korea Selatan menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 4,61 persen ke 6.995,39. Sementara Straits Times Singapura turun 0,16 persen ke 5.793,36. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
29o
Kurs