Kamis, 30 Juli 2026

Jatim Punya Modal Besar di Ekonomi Kreatif, Menkraf Minta Kolaborasi Talenta Diperkuat

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif saat menghadiri menghadiri forum Jatim Media Summit yang membahas tentang Ekosistem Ekonomi Kreatif & Transformasi Beyond Media Jawa Timur di Whiz Luxe Spazio Surabaya, Kamis (30/7/202). Foto: Ika suarasurabaya.net

Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif menilai Provinsi Jawa Timur memiliki modal besar menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif secara nasional.

Selain dikenal kuat di sektor kuliner dan kriya, Riefky menilai Jatim mulai menunjukkan perkembangan pesat di sektor industri gim, film, musik sampai aplikasi digital.

Hal itu disampaikan Riefky usai menghadiri forum Jatim Media Summit yang membahas tentang Ekosistem Ekonomi Kreatif & Transformasi Beyond Media Jawa Timur di Whiz Luxe Spazio Surabaya, Kamis (30/7/2026).

“Kalau kita lihat Jawa Timur itu sudah luar biasa. Mulai dari fashion, kuliner, kriya, sekarang juga berkembang games. Film, musik juga sudah berkembang. Aplikasi juga sudah berkembang,” ujarnya.

Menurut Riefky, agar industri ekonomi kreatif di Jatim semakin berkembang dan berdampak pada perekonomian, maka diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan termasuk media.

“Tentu perlu kolaborasi kita bersama, tidak hanya pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tentu perlu didukung oleh teman-teman media,” katanya.

Menkraf itu juga optimis bahwa banyak local hero dan local brand asal Jatim yang berpeluang menembus pasar internasional apabila mendapat dukungan promosi dan penguatan ekosistem.

Ia mengungkap tantangan untuk mengembangkan ekonomi kreatif saat ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesadaran untuk mendaftarkan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) agar setiap karya memiliki nilai.

Menurut Riefky, nilai jual kekayaan intelektual menjadi faktor penting untuk menarik pembiayaan dari perbankan maupun investor.

“Bagaimana kekayaan intelektual itu bisa dikomersialisasi sehingga mempunyai nilai ekonomi untuk mendapatkan pinjaman bank ataupun investor masuk, itu juga sangat penting. Dan tentu pada akhirnya juga perlindungan terhadap hasil karya,” ujarnya.

Di sisi lain, Riefky juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau (AI) yang kini menjadi tantangan bagi industri kreatif.

Menurutnya, AI juga bisa menjadi peluang untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan produktivitas para pelaku media atau kreator dalam berkarya.

“Tentu tantangan ada, tetapi kita mengharapkannya bagaimana AI itu jangan mengganti para kreator, tetapi menjadi memberikan nilai tambah,” tandasnya.(wld/lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 Juli 2026
28o
Kurs