Ipuk mengatakan, penggunaan kereta api juga berpotensi membuat distribusi komoditas lebih cepat dan tepat waktu dibandingkan pengiriman melalui jalur darat.
“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” ujarnya.
Broer Rizal Direktur Operasi KAI Logistik mengatakan, pengangkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api sebenarnya bukan hal baru. Layanan serupa pernah beroperasi sejak era 1960-an hingga awal 2000-an sebelum akhirnya berhenti.
Kini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali layanan tersebut untuk memperlancar distribusi komoditas dari daerah penghasil menuju wilayah dengan tingkat permintaan tinggi.
“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

NOW ON AIR SSFM 100

