Minggu, 20 September 2026

Kemenkeu Lunasi Surat Utang Krisis 1997-1998 Menggunakan Surplus BI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Suahasil Nazara Menteri Keuangan ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Antara

Kementerian Keuangan menyatakan, kewajiban surat utang yang diterbitkan untuk penanganan krisis ekonomi 1997–1998, termasuk dalam konteks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), telah lunas pada Agustus 2026.

Suahasil Nazara Menteri Keuangan mengatakan, pelunasan tersebut menjadi bagian dari penyelesaian kewajiban negara yang muncul akibat penanganan krisis ekonomi hampir tiga dekade lalu.

“Sekarang, surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97–98 kemarin tuntas kami selesaikan pada bulan Agustus. Ini juga adalah suatu prestasi kita,” kata Suahasil dalam pernyataannya di kanal resmi YouTube Kementerian Keuangan, Minggu (20/9/2026).

Pelunasan dilakukan menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) yang disetorkan ke Kas Negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Suahasil menjelaskan, berdasarkan proses audit buku 2025, diketahui BI memiliki surplus.

Dana tersebut kemudian disetorkan kepada negara dan dicatat sebagai pendapatan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND).

“Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian surat utang RI. Surat utang negara yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97–98,” ujarnya dilansir dari Antara.

Kementerian Keuangan saat ini telah menerima pendapatan KND sebesar Rp58 triliun.

Sebagian penggunaannya diarahkan untuk menyelesaikan kewajiban surat utang yang diterbitkan pemerintah dalam penanganan krisis 1997–1998.

Suahasil mengatakan terdapat beberapa jenis surat utang atau obligasi yang diterbitkan pemerintah pada periode tersebut.

Sebagian kewajiban telah diselesaikan lebih dahulu melalui pelunasan obligasi rekapitalisasi perbankan pada Juli 2020.

“Ada beberapa jenis obligasi kami keluarkan ketika itu (krisis 1997–1998). Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di (Agustus) kemarin,” kata Suahasil. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 20 September 2026
27o
Kurs