Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur melepas ekspor 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia, asal Banyuwangi, ke sejumlah negara.
Ekspor tersebut terdiri atas 15 kontainer berisi sarden, makarel, dan tuna dengan total muatan 405 ton yang dikirim ke negara Tanzania, Uni Emirat Arab, Albania, Lebanon, dan Kamboja.
Gubernur Jatim itu menjelaskan, tingginya permintaan produk pangan siap saji di tengah dinamika geopolitik global menjadi peluang bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
“Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia,” ujar Khofifah, Senin (6/7/2026).
Khofifah berharap ekspor produk olahan perikanan Jawa Timur terus meningkat, baik dari sisi volume maupun jangkauan pasar supaya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Kita berharap pasar ekspornya semakin luas, volumenya semakin besar, industrinya terus bertumbuh, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat Banyuwangi,” jelasnya.
Selain itu, Khofifah menyebut pentingnya penguatan industri hilir untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Jawa Timur di pasar internasional.
Kehadiran industri pendukung di Banyuwangi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat rantai pasok industri pengolahan ikan.
“Ini menjadi harapan baru dan berita baik bagi kita semua, karena setiap investasi pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ungkap Khofifah.(wld/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

