Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga bahan pokok menjelang Ramadan di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya pada Selasa (17/2/2026).
Dalam sidak tersebut, Khofifah menemukan peningkatan harga pada komoditas telur ayam dan daging ayam serta menipisnya stok Minyakita sejak dua minggu silam yang berpotensi memengaruhi harga jual.
“Kalau Minyakita ini memang dua minggu terakhir suplainya memang agak berkurang. Saya dari kemarin sudah minta agar suplainya ditambah,” katanya.
Meningkatnya harga dan berkurangnya stok sejumlah komoditas tersebut, kata Khofifah, karena meningkatnya kebutuhan menjelang bulan Ramadan dan perayaan Imlek.
“Ketika permintaan meningkat sementara suplai tetap, tentu akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok tertentu,” ujar Khofifah.
BACA JUGA: Pemprov Jatim Siapkan Pasar Murah Awal Ramadan di 14 Titik
Gubernur Jatim itu mengaku telah meminta penambahan suplai, khususnya untuk Minyakita, telur dan daging ayam supaya harga dapat kembali stabil.
Menurut Khofifah kenaikan harga terjadi karena peningkatan kebutuhan tidak diimbangi dengan jumlah distribusi barang.
“Kalau kebutuhan telur meningkat, maka harga di pasar juga ikut naik. Mudah-mudahan di awal Ramadan, tanggal 2 dan 3 Ramadan, harga sudah mulai normal kembali,” katanya.
Sementara itu harga jual daging sapi untuk wilayah Surabaya dan Jawa Timur secara umum masih relatif stabil begitu juga dengan bahan pokok yang lain.
Untuk mengatasi peningkatan harga, Khofifah menjelaskan bahwa stabilitas harga bergantung pada penambahan suplai dari distributor dan pihak terkait.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok guna memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi.
“Kita harus meningkatkan suplainya karena permintaan awal Ramadan ada permintaan yang relatif lebih tinggi,” ucapnya. (wld/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
