Pemerintah juga mencatat keseimbangan primer masih berada dalam posisi surplus, sedangkan defisit APBN diproyeksikan tetap terkendali pada level 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Selain menjaga kesehatan fiskal, pemerintah juga menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik.
Langkah tersebut meliputi optimalisasi penempatan uang negara di bank umum, menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, hingga memberikan stimulus bagi dunia usaha melalui insentif impor serta diskon transportasi.
Di sisi lain, APBN tetap diarahkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, peningkatan layanan kesehatan, serta penanganan bencana di berbagai wilayah.
Purbaya menegaskan, KSSK akan terus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui koordinasi yang erat antarlembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Purbaya. (faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

