Jumat, 9 Oktober 2026

Menkeu Sebut Pendapatan Negara Capai Target 2,34 Triliun per September

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Tangkapan virtual - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam agenda Investor Daily Summit 2026, di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Antara.

“APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel. Angka-angkanya kita jaga, sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN yang mengumpulkan uang dari rakyat, namun juga belanjanya ada kembali lagi kepada masyarakat Indonesia,” ujar Suahasil.

Dia juga melaporkan bahwa aliran modal masuk hingga 7 Oktober sebesar Rp131,1 triliun berkat dukungan inflow Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen yoy per semester I-2026, inflasi 3,28 persen per September, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur 52,4, neraca perdagangan Januari-Agustus sebesar 7,25 miliar dolar AS, serta pertumbuhan kredit meningkat 13,7 persen yoy per Agustus.

Meski ekonomi domestik Indonesia cukup resilien, dia mengingatkan kondisi dunia yang bergejolak akibat konflik geopolitik hingga peningkatan suku bunga global, sehingga memberikan tekanan terhadap kebijakan fiskal.

“Dalam kondisi seperti inilah, maka kebijakan fiskal harus bisa merespons tekanan saat ini tanpa menjadi vulnerable (rentan) di masa depan. Kita nggak bisa menggunakan kebijakan fiskal belanja negara kita, kita buat setinggi mungkin, karena dalam jangka pendek mungkin itu bagus, tetapi dalam jangka panjang kemudian membuat fiskalnya sendiri menjadi vulnerable,” ujar dia lagi.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
35o
Kurs