Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi utama mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Sementara itu, Dwi Cahyo Kartiko, Wakil Rektor IV Unesa, menyatakan kampusnya siap mengembangkan benih kedelai unggul dengan target produktivitas 5-6 ton per hektare untuk mendukung swasembada nasional. Unesa juga siap mengawal implementasi benih tersebut jika hasil riset terbukti berhasil, agar bisa dimanfaatkan petani di berbagai daerah.
“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya,” kata Dwi.
Target produktivitas itu akan diuji pada lahan seluas 56 hektare, yang diharapkan menjadi model pengembangan kedelai nasional untuk direplikasi ke wilayah lain.
Dwi menjelaskan, Unesa sebelumnya sudah aktif mendukung program ketahanan pangan, termasuk mengawal pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan dengan hasil positif. Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025, kampus ini dinilai mampu memberikan pendampingan berkualitas sehingga dipercaya mendukung berbagai program strategis ketahanan pangan nasional.

NOW ON AIR SSFM 100

