Jumat, 1 Mei 2026

Misbakhun Ajak Pelaku UMK Maksimalkan QRIS demi Perluas Pasar

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI saat di acara Publik Bicara BSBI bertajuk “QRIS Akselerator Transaksi Digital dan Perkuat Daya Saing UMK” di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). Foto: istimewa

Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI mendorong pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk semakin aktif memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi digital.

Menurutnya, penggunaan QRIS bukan sekadar tren, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing usaha kecil di era ekonomi digital.

Dalam acara Publik Bicara BSBI bertajuk “QRIS Akselerator Transaksi Digital dan Perkuat Daya Saing UMK” di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026),

Misbakhun menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

“QRIS hadir tidak hanya untuk mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Dengan QRIS, pelaku UMK bisa naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik dan akses pembiayaan yang lebih terbuka,” ujar Misbakhun.

Ia menjelaskan, inovasi yang digagas oleh Bank Indonesia ini dirancang sebagai solusi transaksi yang praktis, efisien, dan aman, terutama bagi pelaku UMK di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, M. Nawir Messi Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) turut hadir bersama anggota BSBI lainnya, yakni Irwan Lubis dan Mohamad Khusaini, untuk memberikan sosialisasi langsung kepada para pelaku usaha.

Misbakhun juga menyoroti potensi besar QRIS ke depan, termasuk pengembangan transaksi lintas negara yang diyakini akan membuka peluang pasar lebih luas bagi UMK Indonesia.

“Ke depan, QRIS tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga untuk transaksi internasional. Ini peluang besar bagi UMK agar bisa bersaing di pasar global,” katanya.

Ia pun mengajak pelaku usaha kecil untuk tidak ragu memanfaatkan teknologi tersebut. Menurutnya, semakin luas adopsi QRIS, semakin besar pula peluang UMK terhubung dengan ekosistem ekonomi digital.

“Dengan QRIS, pelaku UMK di daerah bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang,” tambahnya.

Selain itu, Misbakhun memastikan bahwa sistem QRIS aman digunakan. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia terus membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan terlindungi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir soal keamanan. QRIS justru meminimalkan risiko transaksi tunai, seperti kehilangan uang atau kesalahan pembayaran,” tegasnya.

Melalui pemanfaatan QRIS, Misbakhun optimistis pelaku UMK dapat meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperkuat posisi mereka dalam perekonomian nasional.(faz/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
27o
Kurs