Senin, 22 Juni 2026

Pemerintah Gelontorkan Rp26,34 Triliun untuk Stimulus Ekonomi Semester II 2026

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada konferensi pers stimulus ekonomi pada semester II 2026 di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp26,34 triliun untuk paket stimulus ekonomi pada semester II 2026.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong mobilitas selama musim liburan, memperkuat sektor ketenagakerjaan, serta menjaga stabilitas harga pangan.

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, stimulus yang disiapkan pemerintah mencakup insentif pajak bagi penulis, diskon transportasi, insentif impor LPG dan bahan baku plastik, program magang nasional, pelatihan vokasi, bantuan beras, hingga bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai.

“Beberapa pilar utama dari kebijakan stimulus dan insentif adalah yang pertama, terkait dengan pajak penulis. Ini berupa tarif khusus PPH Final royalti, sebesar 1,5 persen bagi penulis. Regulasi existing itu rata-rata 5-35 persen, dan ini adalah salah satu dari janji kampanye bapak Presiden. Dan yang kedua, untuk mendorong mobilitas masyarakat, diskon transportasi periode libur sekolah, maupun libur Nataru, bisa diikuti dengan insentif baik itu transportasi udara selama musim liburan maupun di Nataru,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Stimulus bidang trasportasi memakan anggaran Rp2,04 triliun, anggaran program magang dan bokasi sebesar 6,26 triliun, dan anggaran bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.

Diskon transportasi periode libur sekolah berupa potongan tarif 30 persen harga tiket kereta api periode 20 Juni – 5 Juli 2026, dan 30 persen tarif dasar untuk kapal pelni dari 20 juni sampai 15 Agustus 2026, serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP 20 Juni – 5 Juli 2026. Total anggaran Rp190,5 miliar.

“Insentif transportasi udara periode musim liburan, yaitu subsidi PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat berjadwal demostik kelas ekonomi, anggaran Rp472,7 miliar, target 2,3 juta penumpang. Insetif impor LPG dan bahan baku plastik, yaitu Bea Masuk masuk nol persen atas Impor LPG bagi industri petrokimia dan tarif 0 persen bagi impor bahan baku plastik. Kemudian penurunan BM impor suku cadang pesawat. Total anggaran Rp500 miliar,” ujarnya.

Selanjutnya ada juga program Magang Nasional yang akan berjalan di Juli 2026, dengan alokasi dana Rp4,14 trliun dan menyasar total 150.000 peserta. Kemudian pelatihan vokasi dengan anggaran Rp2,12 triliun.

“Target prioritas vokasi khusus kepada 220.000 lulusan SMK serta 50.000 pekerja terdampak PHK. Kemudian bantuan beras 10 kg untuk 33.24 juta penerima selama 3 bulan dimulai Juli 2026. Perkiraan anggaran 17,54 triliun, belumtermasuk biaya operasional,” pungkasnya.

Selanjutnya juga ada bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai, yang menyasar pengrajin tahu/tempe sebesar Rp2.000 per kilogram dengan kuota 250.000 ton pada tahap pertama.

“Stimulus itu menyasar daerah yang harga kedelainya diatas Harga Acuan Pembelian (HAP). Total anggaran Rp500 miliar,” ungkapnya. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 22 Juni 2026
29o
Kurs