Jumat, 16 Oktober 2026

Pemerintah Klaim B50 Hemat Devisa Rp177 Triliun dan Penting untuk Kemandirian Energi

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto Humas Kemenko Perekonomian

Implementasi B50 ditaksir akan berdampak pada sektor ekonomi dan lingkungan. Pada 2025, program mandatori B40 bisa menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun. Sementara mandatori B50 tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp170 triliun.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, sebanyak 57,6 persen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) biosolar di Indonesia sudah menyalurkan bahan bakar minyak jenis biodiesel B50.

“Sekarang ini sudah dipakai 57 persen dari total solar yang sudah jalan,” ujar Bahlil dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Bahlil mengatakan, penyaluran B50 akan terus diperluas selama masa transisi. Pemerintah menargetkan seluruh SPBU biosolar sudah menyalurkan B50 setelah 30 September 2026. “Nanti setelah transisi, semuanya sudah pakai B50,” ujarnya.(lea/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
33o
Kurs