Pemerintah optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di luar Pulau Jawa semakin mampu bersaing dalam menarik investasi global.
Optimisme tersebut didorong oleh masuknya sejumlah investasi berskala internasional, termasuk proyek baru Unilever Global yang akan dibangun di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Susiwijono Moegiarso Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, perkembangan berbagai KEK di luar Jawa menunjukkan tren yang sangat positif, baik dari sisi perluasan kawasan maupun besarnya investasi yang masuk.
“Di luar Jawa juga perkembangan KEK sudah sangat bagus. Selain perluasan kawasan, investasi yang masuk juga sangat besar,” kata Susiwijono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Senin (6/7/2026).
Salah satu investasi yang segera direalisasikan berasal dari Unilever Global. Perusahaan multinasional tersebut akan memulai pembangunan proyek baru di KEK Sei Mangkei pada Agustus 2026.
Pemerintah menyebut kawasan itu telah dipercaya menjadi salah satu hub global value chain atau rantai nilai global Unilever.
“Unilever Global akan melakukan investasi yang sangat besar di situ. Bulan depan mereka akan melakukan groundbreaking program baru. KEK Sei Mangkei dipercaya oleh grup Unilever Global menjadi salah satu titik global value chain mereka,” ujarnya.
Menurut Susiwijono, proyek tersebut telah memasuki tahap realisasi investasi sehingga tidak lagi sebatas komitmen. Groundbreaking dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026 dan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Meski belum mengungkapkan nilai investasi maupun jumlah tenaga kerja yang akan diserap, pemerintah memastikan seluruh administrasi proyek telah tercatat di Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.
“Sudah real itu, sudah betul-betul realisasi investasi, bukan hanya komitmen,” tegasnya.
Selain KEK Sei Mangkei, pemerintah juga mencatat pertumbuhan investasi di kawasan ekonomi khusus lain di luar Pulau Jawa. KEK Galang Batang di Bintan, misalnya, telah mencatat ekspor Smelter Grade Alumina (SGA) melebihi 2 juta ton.
Sementara itu, KEK Nongsa Digital Park di Batam terus berkembang sebagai pusat ekonomi digital nasional. Kawasan tersebut kini menjadi lokasi pembangunan berbagai fasilitas pusat data (data center) oleh perusahaan-perusahaan besar.
“KEK Nongsa Digital Park, hampir semua data center besar sudah membikin fasilitas data center-nya di Nongsa. Itu kalau cerita yang di luar Jawa. Termasuk Sei Mangkei tadi karena lahannya masih cukup, tapi Unilever global itu betul-betul menjadikan Sei Mangkei sebagai hub untuk global value chain-nya dia,” jelas Susiwijono.(lea/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

