Sabtu, 13 Juni 2026

Kemenko Perekonomian: Minat Investasi di KEK Gresik Tinggi, Melonjak 19 Kali Lipat

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Susiwijono Moegiarso (dua dari kanan) Sesmenko Perekonomian selaku Sekretaris Dewan Nasional KEK tengah membahas rencana perluasan KEK sektor Manufaktur di Gresik, Jawa Timur. Foto Humas Kemenko Perekonomian

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mengungkap tingginya, minat investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik tinggi. Misalnya, pada industri manufaktur, yang akan memperluas area kawasannya.

Susiwijono Moegiarso Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK mengatakan pemerintah terus mengawal proses perluasan KEK Gresik guna mendukung pengembangan ekosistem industri dan pelabuhan yang terintegrasi.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, realisasi investasi di Indonesia, termasuk investasi penanaman modal asing (PMA) di KEK, masih menunjukkan tren positif.

“Salah satu indikator nyata adalah peningkatan investasi dan rencana perluasan kawasan di beberapa KEK. Hal ini membuktikan masih tingginya kepercayaan para investor untuk melakukan investasi di Indonesia,” kata Susiwijono di Gresik, Sabtu (13/6/2026).

Pemerintah pusat bersama pelaku usaha dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) juga telah membahas kesesuaian pemanfaatan ruang serta pemenuhan persyaratan teknis, terkait usulan perluasan kawasan manufaktur di KEK Gresik.

Langkah itu diharapkan dapat mendukung peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Susiwijono menjelaskan, sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, KEK Gresik berkembang pesat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jatim.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Gresik mencatat investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun. Dari jumlah tersebut, investasi setelah penetapan status KEK mencapai Rp108,2 triliun atau melonjak lebih dari 1.900 persen dibandingkan periode sebelum penetapan kawasan.

Dari sisi ketenagakerjaan, KEK Gresik telah menyerap 45.860 tenaga kerja. Lebih dari 44 ribu di antaranya merupakan lapangan kerja yang tercipta setelah kawasan tersebut berstatus KEK.

“Melihat kinerja dan dampak positif yang telah dihasilkan, perluasan KEK Gresik merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi tingginya minat investasi, memperkuat ekosistem industri dan pelabuhan yang terintegrasi, serta mendorong pengembangan energi hijau guna meningkatkan daya saing kawasan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah mendukung penuh rencana perluasan KEK Gresik agar peluang investasi yang ada dapat segera direalisasikan menjadi aktivitas ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik, agar peluang dan potensi investasi yang ada dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja,” tegasnya.

Menurut Susiwijono, tingginya kebutuhan pengembangan kawasan tersebut sekaligus menjadi indikator kuat bahwa investor masih menaruh kepercayaan besar terhadap iklim investasi di Indonesia, khususnya di KEK Gresik sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi unggulan nasional.

“Tingginya kebutuhan pengembangan kawasan ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan investor untuk melakukan investasi dan pengembangan usaha di kawasan KEK, khususnya di KEK Gresik sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi unggulan di Indonesia,” pungkasnya. (lea/bil)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Surabaya
Sabtu, 13 Juni 2026
33o
Kurs