Jumat, 6 November 2026

Pemerintah Segera Bagikan Rekening Gratis untuk 25 Juta Warga

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian didampingi Dradjad Hari Wibowo Wakilnya beserta jajaran saat menyampaikan keterangan pers. Foto: Kemenko Perekonomian

Pemerintah terus mempercepat persiapan Program Satu Orang Satu Rekening sebagai salah satu upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Program yang masuk dalam paket stimulus ekonomi akhir 2026 ini ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat.

Melalui program tersebut, masyarakat yang belum memiliki rekening bank akan mendapatkan fasilitas pembukaan rekening secara gratis. Sasaran utamanya adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, saat ini pemerintah masih melakukan pematangan terhadap pelaksanaan program tersebut. Meski demikian, pemerintah menargetkan realisasinya dapat dilakukan dalam dua bulan ke depan.

“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” ujar Airlangga di Jakarta, dikutip suarasurabaya.net, Jumat (6/11/2026).

Pemerintah memperkirakan sekitar 25,16 juta penduduk dewasa akan menjadi penerima manfaat program ini. Tak hanya memperoleh rekening baru, masing-masing penerima juga akan mendapatkan saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun.

Program Satu Orang Satu Rekening diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan formal. Selain itu, kepemilikan rekening juga dinilai dapat mempermudah penyaluran bantuan sosial sehingga lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran.

Selain program pembukaan rekening gratis, pemerintah turut menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi.

Salah satunya berupa bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram yang akan disalurkan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp900 ribu untuk 13,3 juta pekerja. Bantuan tersebut menyasar pekerja dengan penghasilan maksimal Rp3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi (UMP).

“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP,” jelas Airlangga.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif di sektor transportasi.
Kebijakan tersebut mencakup transportasi udara, kereta api, kapal laut, hingga angkutan penyeberangan.

Pada sektor penerbangan, pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik. Insentif ini berlaku mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan target penerima manfaat mencapai 3,75 juta penumpang.

Sementara itu, pengguna jasa kereta api akan mendapatkan potongan harga tiket sebesar 30 persen. Diskon tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Insentif berikutnya diberikan kepada penumpang kapal laut PT Pelni dengan target sekitar 414 ribu orang.

Adapun untuk angkutan penyeberangan, pemerintah menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry. Kebijakan ini diperkirakan memberikan manfaat kepada 1,42 juta penumpang.

“Periodenya 22 Desember sampai dengan 10 Januari,” ungkap Airlangga.

Berbagai stimulus tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga konsumsi rumah tangga, memperkuat daya beli, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi menjelang pergantian tahun.

Tak berhenti pada akhir 2026, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan ekonomi lanjutan untuk 2027. Program-program tersebut dirancang untuk diteruskan dan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(faz/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Jumat, 6 November 2026
35o
Kurs