Maman Abdurrahman Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebut, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur tembus Rp37 triliun sampai pertengahan September 2026 ini.
Dia mengklaim, kucuran modal itu menjangkau sebanyak 643 ribu pelaku UMKM di wilayah Jatim. Mayoritas pembiayaan modal usaha ini diarahkan langsung ke sektor-sektor yang produktif.
“Dari total dana Rp37 triliun yang disalurkan, sebesar Rp23 triliun di antaranya terserap untuk mendukung berbagai aktivitas produksi masyarakat,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Sebelumnya, Maman sempat mengatakan, akses pembiayaan bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Ada pula keluhan tentang perizinan dan sertifikasi.
“Namun, di atas itu semua, yang paling penting adalah bagaimana para pelaku UMKM ini bisa menjangkau pasar mereka. Sehingga selain modal, kami juga mendorong penguatan pasar domestik agar produk UMKM bisa bersaing,” jelasnya.
Sementara untuk memastikan modal KUR ini benar-benar berdampak positif dan pinjaman dapat dikembalikan dengan lancar, Kementerian UMKM menyiapkan strategi pengawalan ketat agar usaha masyarakat dapat terus tumbuh dan tidak jalan di tempat.
Yang pertama, kata Maman, adalah memperkuat kerja sama lintas sektor seperti, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota harus berkomitmen untuk terus berkoordinasi dalam mendampingi para pelaku usaha di lapangan.
“Selain komitmen antar-pemerintah, kami juga menggandeng perguruan tinggi, salah satunya seperti ITS untuk terlibat aktif dalam program pembinaan UMKM,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk menghidupkan pusat inkubasi bisnis, yang disiapkan sebagai ujung tombak dalam memberikan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan bagi para wirausaha.
Menurutnya, pendampingan pada UMKM harus dilakukan secara kontinu agar mereka tidak berjalan sendiri dan berisiko gulung tikar di tengah jalan.
“Kami berharap, kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia pendidikan ini mampu melahirkan UMKM yang tangguh, berkualitas tinggi, serta mampu memenuhi berbagai kebutuhan produk di pasar dalam negeri,” tutupnya.(kir/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

