Jumat, 6 November 2026

Jumat Sore Nilai Rupiah Melemah Imbas Gangguan Pasokan Minyak di Timteng

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah menjadi Rp18.089 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.

Ibrahim Assuabi Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures menilai pelemahan rupiah dipengaruhi adanya gangguan pasokan minyak di Asia Barat/Timur Tengah (Timteng).

“Pasar merespons negatif terhadap kapal-kapal tanker yang mendapat serangan di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan,” katanya, melansir Antara, Jumat (6/11/2026).

Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak hari Minggu (1/11/2026), dengan frekuensi serangan yang mendekati rekor bulan Oktober, yakni 35 insiden yang melibatkan kapal.

Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz.

Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di dekat Yanbu sebagai pusat ekspor minyak negara tersebut di Laut Merah di tengah berlanjutnya serangan dari Ansarullah Yaman (Houthi).

“Kekhawatiran mengenai pasokan juga meluas hingga ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Menurut analisis video Reuters, kilang Ryazan salah satu yang terbesar di Rusia tampaknya menjadi sasaran dalam serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, prospek geopolitik disebut tetap tidak menentu menyusul pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, seiring Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden AS Donald Trump.

“Hasil tersebut sempat memicu harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya untuk mengakhiri konflik. Namun, hasil pemilihan tersebut tidak menjamin tercapainya terobosan diplomatik,” tutupnya.(ant/kir/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Jumat, 6 November 2026
30o
Kurs