Jumat, 25 September 2026

Purbaya dan Perry Sudah Tak Menjabat, Mengapa Rupiah Bertanda Tangannya Masih Dicetak?

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Uang pecahan Rp100 ribu bertanda tangan Perry Warjiyo dan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Istimewa

Destry menjelaskan, pencetakan uang tidak dilakukan sekaligus pada awal atau akhir tahun. Prosesnya berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan, sehingga uang dengan tanda tangan pejabat yang sebelumnya menjabat masih dapat diproduksi pada 2026, termasuk tanda tangan Purbaya dan Perry.

Selain untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat secara umum, BI harus memastikan ketersediaan uang kartal tetap mencukupi, termasuk di wilayah yang akses terhadap layanan dan transaksi digitalnya masih terbatas.

Sebelumnya, BI memastikan uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran.

Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI mengatakan uang tersebut diproduksi sesuai dengan proses pencetakan yang telah ditetapkan, sehingga pergantian pejabat tidak memengaruhi keabsahan uang yang sudah diproduksi maupun yang telah beredar.

“Selanjutnya, uang rupiah yang diproduksi pada periode berikutnya akan menyesuaikan dengan tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang menjabat sesuai dengan ketentuan dan tahapan pengelolaan uang rupiah,” kata Ramdan.(ant/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 25 September 2026
30o
Kurs