Purbaya mengatakan Kemenkeu sudah menyiapkan desain pelaksanaan anggaran agar defisit APBN tetap terkendali hingga akhir tahun. Berdasarkan kinerja hingga Juli, ia memperkirakan defisit APBN pada akhir 2026 berada di level 2,85 persen terhadap PDB.
“Angka ini menunjukkan bahwa kita berusaha membuat fiskal lebih aktif tanpa meninggalkan kehati-hatian,” ujarnya.
Meski demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejauh ini belum mempublikasikan rincian lengkap realisasi APBN untuk Juli dan Agustus. Paparan terakhir yang tersedia secara terperinci masih mengenai kinerja APBN semester I 2026.
Per Juni 2026, defisit APBN tercatat Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Pendapatan negara saat itu mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan perpajakan tercatat Rp1.187,8 triliun, yang terdiri dari penerimaan pajak Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen, serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp145 triliun atau tumbuh 3,4 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

