Di sisi lain, terjadi penurunan tajam harga minyak mentah pasca konflik Iran. Harga Brent anjlok sekitar 38 persen selama kuartal kedua setelah melonjak sekitar 94 persen pada kuartal pertama, menandai penurunan kuartal tercuram sejak penurunan rekor 66 persen pada kuartal pertama tahun 2020.
Patokan global ini juga turun sekitar 21 persen pada bulan Juni setelah penurunan 19 persen pada bulan Mei, penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020, karena kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan melalui Selat Hormuz mereda.
“Tidak adanya pembicaraan langsung telah memperkuat ketidakpastian tentang seberapa cepat Washington dan Teheran dapat menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan dalam kerangka negosiasi 60 hari mereka, termasuk masa depan Selat Hormuz,” katanya.
Selain itu, lanjut Ibrahim, data pasar tenaga kerja AS pekan ini akan dipantau dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk baru tentang langkah kebijakan Fed selanjutnya.
Sementara, dalam laporan JOLTS pada Selasa (30/6/2026) menunjukkan lowongan kerja naik menjadi 7,594 juta pada bulan Mei, melampaui ekspektasi pasar sebanyak 7,3 juta.

NOW ON AIR SSFM 100

