Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11/2026).
Rupiah naik 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.132 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.160 per dolar AS.
Meski dibuka menguat, Rully Nova Analis Bank Woori Saudara memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah. Tekanan tersebut dipengaruhi kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
“Indeks dolar naik menjadi 101,89 dan obligasi pemerintah AS naik 5 bps (basis points) menjadi 4,62 persen, walaupun harga minyak turun,” kata Rully dilansir dari Antara.
Menurut Rully, kondisi tersebut menunjukkan pasar keuangan global mulai memasuki rezim suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau higher for longer. Situasi ini berpotensi memicu pelemahan pasar surat utang dunia, termasuk obligasi Indonesia.
NOW ON AIR SSFM 100

