Rully memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen untuk menjaga daya beli masyarakat.
Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga tetap menjadi perhatian apabila bank sentral mempertimbangkan kebijakan moneter Amerika Serikat.
“Jika BI menaikkan suku bunganya, mungkin mempertimbangkan antisipasi bila The Fed tanggal 28 Oktober nanti jika jadi menaikkan bunga 25 bps menjadi 4,25 persen,” ujarnya.
Selain keputusan suku bunga, pergerakan rupiah turut dipengaruhi dinamika pasar global. Rully menyebut harga minyak yang masih tinggi meningkatkan ekspektasi inflasi global sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent sempat mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (20/10/2026).
NOW ON AIR SSFM 100

