Mengutip Anadolu, harga Brent turun sekitar 3 persen ke level 106 dolar AS per barel setelah sebelumnya mendekati 112 dolar AS per barel dalam sesi perdagangan yang sama.
Brent tercatat diperdagangkan pada 106,18 dolar AS per barel, turun 3,37 dolar AS atau 3,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan tersebut membawa harga minyak menjauh dari level tertinggi hariannya.
Meski terkoreksi, harga Brent masih tercatat sekitar 6,8 persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan hampir 75 persen di atas level pada periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap mencermati risiko inflasi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, serta pergerakan imbal hasil obligasi AS yang dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut, Rully memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan Rabu. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

