Jumat, 6 November 2026

Rupiah Melemah Jadi Rp18.095 per Dolar AS Jumat Pagi, Dipengaruhi Hasil Pemilu Sela AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock

Selain itu, sentimen juga berasal dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang secara mengejutkan meningkat menjadi 5,47 persen year on year (yoy) dari 5,29 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

Akselerasi itu terutama ditopang oleh peningkatan pertumbuhan ekspor dan perubahan inventori, di tengah melemahnya permintaan domestik.

Untuk yield obligasi pemerintah Indonesia sendiri mengalami penurunan di seluruh tenor pada perdagangan, Kamis (5/11/2026), didukung oleh membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global serta berlanjutnya penurunan harga minyak dunia.

Yield obligasi pemerintah benchmark tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun sebesar 20 basis points (bps), 8 bps, 2 bps, dan 7 bps menjadi 7,38 persen, 7,66 persen, 7,73 persen, dan 7,69 persen.

Sementara itu, aktivitas perdagangan obligasi pemerintah meningkat, tercermin dari kenaikan total volume transaksi menjadi Rp25,9 triliun dari Rp19,46 triliun pada perdagangan sebelumnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Jumat, 6 November 2026
36o
Kurs