Senin, 12 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Cermati Sinyal Suku Bunga The Fed

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Sementara itu, Christopher Waller Gubernur The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mempercepat penurunan inflasi apabila data ekonomi secara umum tetap sesuai dengan perkiraan.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pekan ini, termasuk inflasi konsumen, inflasi produsen, dan penjualan ritel.

Pernyataan lanjutan dari sejumlah pejabat The Fed turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter AS.

“Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed,” ujar Ibrahim dilansir dari Antara.

Selain kebijakan moneter, sentimen geopolitik turut menjadi perhatian pasar. Donald Trump Presiden AS menyatakan Ukraina dan Rusia telah menyepakati penghentian serangan terhadap fasilitas energi masing-masing, menyusul kesepakatan pasokan diesel AS dengan Moskow.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
30o
Kurs