Sabtu, 11 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), didorong sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penurunan harga minyak mentah dunia.

Pada Senin (25/5/2026) pagi, rupiah tercatat menguat 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.696 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.717 per dolar AS.

Lukman Leong analis mata uang Doo Financial Futures menilai penguatan rupiah terutama dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama tekanan terhadap aset berisiko.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” ujar Lukman dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS menyebut kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan tinggal menunggu finalisasi.

Trump juga mengklaim telah berdiskusi dengan sejumlah pemimpin kawasan terkait rancangan kesepakatan tersebut.

Negosiasi antara Washington dan Teheran disebut masih berlangsung, dengan sejumlah isu utama mencakup pembukaan Selat Hormuz, kekhawatiran terhadap program nuklir Iran, serta kemungkinan pencabutan sanksi melalui jalur diplomasi yang melibatkan perantara Pakistan.

Di sisi lain, sentimen domestik turut memberikan dukungan terbatas bagi rupiah. Pasar saham tercatat bergerak positif sejak akhir pekan lalu. Namun demikian, tekanan masih membayangi akibat data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit cukup besar.

Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS dalam jangka pendek. (ant/mar/saf/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2026
23o
Kurs