Senin, 26 Oktober 2026

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Mentan Pastikan Pasokan untuk Nataru 2026/2027

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah pekerja mengemas beras di gudang beras milik Bulog, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Antara

Pemerintah memastikan pasokan beras nasional mencukupi untuk menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton, ditambah produksi yang masih berlangsung dan persediaan beras di masyarakat.

Amran mengatakan, ketersediaan beras nasional saat ini menjadi modal untuk menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun serta ancaman fenomena iklim El Nino.

“Pangan kita khususnya beras yang menjadi pangan strategis selama dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu tidak impor, tahun ini juga tidak impor. Insya Allah stok kita aman, aman sampai bulan Juli. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini,” kata Amran pada Senin (26/10/2026).

Menurut Amran, pasokan beras nasional tidak hanya berasal dari cadangan yang tersimpan di Bulog. Pemerintah juga memperhitungkan produksi yang masih berada di lahan atau standing crop, serta persediaan beras yang beredar di masyarakat, termasuk di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Amran menyebut produksi yang masih berada di lahan diperkirakan mencapai 10 juta ton. Sementara itu, persediaan beras di sektor horeka juga diperkirakan sekitar 10 juta ton, di luar cadangan Bulog yang mencapai 4,5 juta ton.

“Standing crop kita itu 10 juta ton. Kemudian horeka itu 10 juta ton. Di Bulog 4,5 juta ton, total sekitar 25 juta ton. Kebutuhan per bulan 2,5 juta ton. Kalau 25 juta ton dibagi kebutuhan 2,5 juta per bulan, berarti itu bisa untuk 10 bulan ke depan. Artinya sampai bulan Juli-Agustus aman,” terangnya dilansir dari Antara.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras secara keseluruhan dapat mencukupi hingga Juli–Agustus 2027.

Perhitungan tersebut mencakup berbagai sumber pasokan, bukan hanya beras yang tersimpan di gudang pemerintah.

Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menjaga produksi dalam negeri di tengah ancaman El Nino. Sejumlah upaya yang dilakukan meliputi pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penggunaan benih yang tahan terhadap kondisi kekeringan.

Amran menilai langkah antisipasi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mengurangi risiko penurunan hasil panen akibat perubahan kondisi cuaca.

“Jadi, El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya. Dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih tahan kekeringan,” ujar Amran. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2026
28o
Kurs