Senin, 14 September 2026

Suahasil Nazara Menkeu Tegaskan Efisiensi APBN Bukan Sekadar Potong Anggaran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Suahasil Nazara dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Merdeka pada Senin (14/9/2026). Suahasil yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudi Sadewa. Foto: BPMI Setpres

Suahasil Nazara Menteri Keuangan (Menkeu) menegaskan, efisiensi anggaran bukan sekadar memangkas belanja pemerintah. Menurutnya, efisiensi APBN harus diukur dari kemampuan anggaran menghasilkan output maksimal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Suahasil resmi dilantik Prabowo Subianto Presiden RI sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/9/2026) sore.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024-2029.

Saat ditanya mengenai prioritasnya sebagai Menkeu, Suahasil mengatakan fokus utamanya adalah memastikan APBN tetap kredibel dan mendukung program prioritas pemerintah.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujar Suahasil.

Terkait efisiensi anggaran, Suahasil menjelaskan APBN terdiri atas penerimaan, belanja, dan pembiayaan.

Pada sisi belanja, pemerintah akan terus mencari ruang untuk menggunakan anggaran secara lebih efisien dengan tetap mempertahankan target output yang telah direncanakan.

Menurut Suahasil, ukuran efisiensi bukan semata-mata dari seberapa besar anggaran yang dipangkas.

“Jadi, dengan belanja yang ada menghasilkan output yang maksimal. Ini adalah bentuk efisiensi dari APBN,” jelasnya.

Ia menekankan efisiensi harus berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Jadi, efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal yang output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tandas Suahasil.

Selain efisiensi, Suahasil memastikan APBN akan tetap diarahkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional yang telah menjadi arahan Presiden dan kabinet.

“Itu adalah prioritas dari negara kita dan telah mendapatkan arahan dari presiden maupun kabinet bahwa itu yang harus kita fokuskan prioritaskan di situ,” ucapnya. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 14 September 2026
28o
Kurs