Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026) melemah 58 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.669 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.611 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi analis mata uang mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS).
“Data inflasi bulan Agustus menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti sebesar 0,3 persen secara bulanan (tidak termasuk biaya pangan dan energi),” kata Ibrahim dilansir dari Antara.
Kenaikan CPI AS secara tahunan mencapai 3,4 persen. Sementara CPI inti, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang fluktuatif, tercatat sebesar 2,4 persen.
Menurut Ibrahim, kenaikan inflasi tersebut memperkuat perkiraan pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan ini.

NOW ON AIR SSFM 100

