Keputusan terbaru The Fed berpotensi membuat ketuanya, Kevin Warsh, berselisih pendapat dengan Trump, yang secara konsisten menuntut penurunan suku bunga dengan harapan mendorong peningkatan belanja dan merangsang pertumbuhan ekonomi.
Kenaikan suku bunga menyebabkan biaya pinjaman bagi konsumen meningkat, sehingga hipotek, kredit kendaraan, dan kartu kredit menjadi lebih mahal.
Dalam konferensi pers setelah pengumuman The Fed, Warsh mengatakan fokus bank sentral kini berada pada stabilitas harga sebagai bagian dari mandat gandanya, bukan pada upaya mendorong tingkat lapangan kerja maksimum.
“Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Data inflasi musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara signifikan. Stabilitas harga merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi dan saya pikir kami mengambil langkah penting hari ini untuk mewujudkannya,” kata Warsh.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan ketiga yang dipimpin Warsh sejak dia menggantikan Jerome Powell pada Mei. Powell sebelumnya mendapat tekanan berulang kali dari Trump untuk memangkas suku bunga acuan AS. (ant/lta/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

