Minggu, 30 Agustus 2026

Udang Banyuwangi Tembus Pasar AS hingga Eropa, Budidaya Berkelanjutan Jadi Fokus

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Ilustrasi - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan budidaya udang windu air tawar. Foto: DKPP Buleleng

Komoditas udang menjadi salah satu potensi perikanan Kabupaten Banyuwangi yang terus dikembangkan. Tak hanya menyasar pasar domestik, udang hasil budidaya daerah tersebut kini telah menembus pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, dan sejumlah negara Eropa.

Potensi tersebut menjadi salah satu yang diangkat dalam Banyuwangi Shrimp Fiesta yang digelar bersama para pelaku usaha udang dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Minggu (30/8/2026).

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan bahwa Shrimp Fiesta tidak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye untuk memperkenalkan potensi udang Banyuwangi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sektor budidaya udang bagi perekonomian daerah.

Namun, pengembangan komoditas tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, terutama ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari aktivitas perikanan dan budidaya.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Kami ingin menjadikan budidaya yang berkelanjutan sebagai bagian dari cara Banyuwangi membangun sektor perikanan ke depan,” kata Ipuk.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembentukan Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi.

Tim ini diharapkan menjadi model tata kelola budidaya yang mampu menggabungkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi. Kami berharap ini menjadi contoh bagaimana budidaya bisa berkembang bersama dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Suryono Bintang Samudra Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi mengatakan, peluang pasar ekspor udang Banyuwangi masih terbuka lebar.

Saat ini terdapat enam perusahaan eksportir sekaligus cold storage yang mengirim komoditas udang dari Banyuwangi ke berbagai negara.

“Ada enam perusahaan ekspor udang. Pasarnya antara lain Amerika, Jepang, China, hingga Eropa,” terang Suryono.

Menurutnya, keberadaan pasar ekspor tersebut menunjukkan bahwa udang hasil budidaya Banyuwangi memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Namun, pertumbuhan produksi perlu diikuti tata kelola yang memperhatikan keberlangsungan lingkungan.

Karena itu, Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sektor budidaya yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, perlindungan ekosistem pesisir, dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi daerah dan kelestarian ekosistem pesisir,” kata Suryono.

Suryono menambahkan, penguatan konsumsi domestik juga menjadi bagian penting dari pengembangan sektor perikanan Banyuwangi. Salah satu komoditas yang didorong adalah udang vaname hasil budidaya lokal.

Menurutnya, konsumsi udang masyarakat Banyuwangi mulai menunjukkan peningkatan. Karena itu, edukasi mengenai produk udang juga diperlukan agar masyarakat tidak selalu menganggap udang sebagai makanan dengan harga mahal.

“Ini seiring dengan konsumsi udang masyarakat Banyuwangi yang mulai menunjukkan peningkatan. Kita ingin mengedukasi warga bahwa udang tidak selalu identik dengan makanan mahal,” pungkasnya. (saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 30 Agustus 2026
28o
Kurs