Rabu, 20 Oktober 2021
Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa

Ridha Dinda Peserta IBMLB Keluar dari Kebosanan Pandemi dengan Menulis

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ridha Dinda Fadhilah peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa (IBMLB). Foto: Istimewa

Berawal dari rasa bosan sejak pandemi Covid-19 datang menghantui pada awal tahun 2020 lalu, Ridha akhirnya terus mengeksplorasi dirinya dengan menghasilkan karya. Salah satu hasil dari usahanya untuk keluar dan rutinitas yang monoton adalah dengan menulis.

Perempuan bernama lengkap Ridha Dinda Fadhilah yang berusia 18 tahun itu kini telah berhasil tergabung dalam daftar penulis di tiga buku, yakni satu buku kumpulan cerpen dan dua buku kumpulan puisi. Salah satu puisinya berjudul “Cinta Batas Negara” tampil dalam buku kumpulan puisi yang diadakan oleh Komunitas Naskah Rasa dalam grup penulis Nusa Batch 3.

Sedangkan puisi “Arus Optimis Kehidupan” dalam buku kumpulan puisi berjudul “Melangkah dengan Jejak Optimis” juga diadakan oleh Komunitas Naskah Rasa.

Tak hanya puisi, Ridha peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa (IBMLB) ini juga menjajal kemampuan dalam menulis cerita pendek. Ia mengikuti seleksi kepenulisan cerpen yang diadakan oleh Komunitas Menulis Online (KMO) Indonesia. Karya cerpennya berjudul “Di Batas Impian” juga berhasil dibukukan dalam Kumpulan Cerpen bersama karya penulis lainnya dalam buku “All About Dream” pada 2020 lalu.

Meski dalam buku tersebut tak hanya berisi karyanya saja, namun juga belasan penulis-penulis lain, namun ia cukup senang bisa melatih kemampuan menulisnya.

Ia mengaku, dalam mengikuti beberapa seleksi menulis itu, ia tidak tergiur dengan hadiah yang ia dapatkan nantinya. Bahkan, ia baru mengetahui bahwa karyanya mendapat kompensasi setelah karyanya berhasil lolos seleksi.

“Kalau untuk informasi dari mana, saya cari sendiri di medsos. Berita kebanyakan berita pandemi, saya ingin mencari sesuatu yang lain. Kalau ikut karena hadiahnya enggak, cuma karena hobi saja soalnya waktu pandemi ini bikin bosan. Saya dapat kompensasi malah setelah lolos,” kata penggemar Andrea Hirata itu saat dihubungi suarasurabaya.net.

Selain menjajal kemampuan menulisnya dalam puisi dan cerpen, Ridha juga aktif dalam mengikuti olimpiade penelitian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun lalu. Mengambil fokus di tema penelitian sosial, Ridha lalu tergabung dalam Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI).

Mantan siswa SMAN 18 Surabaya itu mengaku, mendapatkan banyak pengalaman selama tergabung dalam APMI. Apalagi, ia ditempatkan sebagai staf Regional Sumatera yang menurutnya, berkomunikasi dengan orang-orang diluar daerahnya dapat mengasah kemampuannya berkomunikasi.

“Seperti belajar tentang Indonesia itu punya banyak bahasa jadi kita menyesuaikan kepenulisan kita dengan bahasa sekitar.” ujarnya.

Kesenangan lain yang ia rasakan adalah memiliki lebih banyak teman dari seluruh Indonesia.

“Pastinya jadi banyak kenalan, bahkan sampai Papua. Cuma karena pandemi ini, kita belum bisa mengadakan pertemuan langsung,” ujarnya.

Setelah ini, ia berkeinginan untuk terus dapat mengembangkan kemampuan menulis sekaligus meneliti yang sudah dibangun selama ini. Selama pandemi Covid-19, Ridha mengaku banyak menemukan informasi bohong (hoax) bertebaran di dunia maya. Sehingga, kenyataan itu membuatnya terpantik untuk dapat meneliti lebih dalam tentang penyebaran hoax dan pengaruhnya terhadap sosial masyarakat.

Selain itu, ia mengungkapkan juga ingin membuat website yang dapat dimanfaatkan banyak orang yang dirasa terkena dampak pandemi ini.

“Selanjutnya ingin membuat web atau media yang berguna untuk menolong sesama yang terdampak pandemi,” ungkapnya.

Motivasi Ridha mengikuti program Indonesia Bangkit Muda Luara Biasa karena ingin mengasah skill serta berkontribusi dalam kemajuan yang berdampak positif pada lingkungan sekitar.

Untuk diketahui, sebelumnya ada 130 peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa yang mendaftar, 99 peserta diantaranya lolos pada tahap selanjutnya.

Program kolaborasi Suara Surabaya dengan Ubaya ini diharapkan bisa menginspirasi Kawan Muda di tengah pandemi, dengan tujuan untuk membangkitkan semangat kepedulian khususnya kepada anak muda Indonesia.

Ke depan, Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa diharapan bisa menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki prestasi, karya yang memberikan pengaruh positif, baik pada keluarga, lingkungan, serta masyarakat untuk mengembangkan soft skill.

Peserta yang lolos tahap selanjutnya kemudian mengikuti virtual gathering, personal development workshop, tes bakat minat dan konsultasi, serta diakhiri dengan leadership training dan awarding.

Peserta juga berpeluang mendapatkan beasiswa hingga 100 persen kuliah di Ubaya, baik jenjang S1 maupun S2. Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa ini persembahan Suara Surabaya Media dan Universitas Surabaya (Ubaya) The First University In Heart And Mind, didukung Dealer Vespasatya PT Satya Mandiri Motors, dan JETE – Best For Your Gadget.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
29o
Kurs