Minggu, 29 November 2020

Terpisah dari Rombongan, Kothima Menginap 12 Jam di Masjidil Haram

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Calon jamaah haji (CJH) di Masjidil Haram. Foto: Rudi Hartono Suara Surabaya

Kothima seorang calon jamaah haji (CJH) harus menginap 12 jam di Masjidil Haram karena terpisah dari rombongan.

Peristiwa yang menimpa Kothima ini terjadi Senin (28/8/2017) saat yang bersangkutan pergi ke Masjidil Haram bersama putrinya untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib dan Isya.

Sesampainya di Masjidil Haram, mereka berusaha memasuki ruang utama Masjidil Haram. Karena kondisi Masjidil Haram yang sudah penuh oleh jamaah haji, mereka memilih untuk mengambil tempat di lorong yang sebenarnya untuk traffic.

Karena tidak tahu kalau itu lorong untuk traffic dan menganggap sudah menempati posisi yang benar, sang putri meninggalkan Kothima yang kebetulan menggunakan kursi roda untuk mengambil air zam-zam. Karena tempat yang dipakai untuk menunggu ini adalah lorong traffic maka setiap saat dihalau oleh petugas keamaan agar steril dari jamaah haji.

Inilah yang menyebabkan keduanya terpisah. Setelah mencari sekitar 2 jam, sang putri memilih kembali ke maktab namun tidak segera melapor ke petugas kloter yang ada di maktab. Sang putri baru melaporkan kondisi ibunya yang tertinggal di Masjidil Haram keesokan paginya.

Berbekal laporan ini, petugas kloter melapor ke petugas maktab untuk kemudian diteruskan ke petugas Daker. 3 jam setelah laporan diterima petugas kloter, posisi Kothima ditemukan oleh petugas kloter lainnya. Dan baru pukul 12.00 waktu Arab Saudi sudah kembali ke pemondokan di maktab 48.

H. Khoidar petugas kloter yang ditemui Rudi Hartono Suara Surabayadi Arab Saudi mengatakan, kejadian semacam ini sudah diprediksi bakal ada terutama menjelang puncak haji. Kondisi Masjidil Haram yang semakin padat meningkatkan peluang terpisahnya jamaah haji dari rombongan.

Untuk itu himbauan selalu diberikan kepada jamaah untuk tidak pergi ke Masjidil Haram sebelum pelaksanaan puncak haji.

Khoidor juga menambahkan, sebenarnya seluruh petugas kloter sudah memiliki protap ketika ada kasus jamaah yang terpisah. Namun laporan harus secepatnya masuk agar protab ini bisa berjalan, tidak harus menunggu keesokan paginya. (rud/dwi/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs