Jumat, 22 Januari 2021

Jamaah Haji Tak Lagi Diwajibkan Rekam Biometrik untuk Penerbitan Visa

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Surabaya melakukan tes kesehatan dan rekam biometrik di ruang Mina dan Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Foto: dok suarasurabaya.net

Jamaah haji dan umroh kini tidak lagi diwajibkan untuk melakukan rekam biometrik dalam proses penerbitan visa setelah Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia menyatakan menghapus kebijakan tersebut.

Nizar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan kebijakan baru tersebut.

“Saya sudah mengkonfirmasi dan pengumuman itu benar adanya,” terang Nizar di Jakarta, Rabu (24/4/2019), seperti dilansir Antara.

Sebelumnya Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia mengumumkan bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak jadi memberlakukan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa.

“Divisi Konsuler menyampaikan bahwa telah terbit Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 tanggal 4/8/1440 H (9/4/2019 M) terkait tidak diwajibkannya perekaman biometrik di negaranya untuk proses penerbitan visa haji dan umrah bagi para jamaah,” demikian bunyi pengumuman yang diterbitkan Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, tertanggal 22 April 2019.

Sebagai tindak lanjut, Nizar sudah membuat surat edaran kepada seluruh Kakanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia.

Menurut dia, berdasarkan pengumuman tersebut, maka proses penerbitan visa bisa dilakukan tanpa harus menunggu rekam biometrik.

“Rekam biometrik akan dilakukan di Bandara Madinah dan Jeddah, kecuali bagi jemaah yang sudah melakukan perekaman di Tanah Air,” tuturnya.

Muhajirin Yanis Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menambahkan, proses perekaman melalui VFS Tasheel di Indonesia tetap dibuka.

Namun, layanan itu sementara hanya untuk daerah yang mudah aksesnya sehingga mungkin untuk terus dilanjutkan.

“Untuk jemaah dari wilayah-wilayah kepulauan yang jaraknya jauh, perekaman akan dilakukan saat tiba di Madinah dan Jeddah,” jelasnya.

Nasrullah Jassam Kasubdit Penyiapan Dokumen Haji Reguler mengatakan bahwa sampai Selasa (23/4/2019) sore, tercatat sebanyak 152ribu jemaah yang sudah melakukan rekam biometrik.

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Sudah 65 persen jemaah haji Indonesia yang melakukan rekam biometrik,” tandasnya. (ant/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Trailler vs Pick Up di Tol

Surabaya
Jumat, 22 Januari 2021
25o
Kurs