Rabu, 26 Februari 2020

Kementerian PUPR Luncurkan Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Aplikasi Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) yang diluncurkan Kementerian PUPR. Dokumentasi Kementerian PUPR. Foto: Antara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) untuk pemetaan rumah masyarakat terdampak bencana alam di Indonesia.

“Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi khususnya di bidang konstruksi. Untuk memenangkan kompetisi global, kita harus lebih cepat, lebih murah dan lebih baik,” kata Basuki Hadimuljono Menteri PUPR, dilansir Antara, Sabtu (30/11/2019).

Basuki mengatakan, revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, tidak terkecuali juga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Sirumba merupakan Salah satu inovasi teknologi yang dibuat Kementerian PUPR Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan.

Dedi Permadi Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian mengatakan bahwa Sirumba adalah sebuah sistim aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana.

“Melalui aplikasi tersebut data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial tapi juga disajikan secara spasial,” katanya.

Pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan kementerian PUPR.

“Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Dedi.

Diharapkan dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan. Sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien. Rencananya sistem ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.(ant/ang/iss)

Berita Terkait