Rabu, 5 Agustus 2020

ITS Rampungkan Kapal Perang Canggih The Croc

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
The Croc masih dalam pengerjaan oleh Dosen ITS Surabaya. Kapal perang canggih. Foto: Humas ITS Surabaya

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera rampungkan pembuatan The Croc, kapal perang canggih yang dapat berubah menjadi tiga mode sekaligus, bantu pertahanan nasional.

Ir Wisnu Wardhana perancang kapal perang tersebut, menyampaikan bahwa proses pembuatan kapal saat ini sudah mencapai 90 persen.

Kapal yang dilengkapi dengan dua mesin 350 tenaga kuda tersebut memiliki ukuran cukup ramping, panjangnya 12 meter dan lebarnya hanya 3 meter.

Kapal yang mulai dirancang sejak tahun 2011 ini, menurut Wisnu, dapat berubah menjadi tiga mode yakni Kapal Selam, Kapal Hidrofoil, dan Kapal biasa pada umumnya. “Tentu hal tersebut sukses menjadi temuan baru pada dunia perkapalan internasional,” klaim dosen Teknik Kelautan ini.

Kapal Hidrofoil, terang Wisnu merupakan kapal yang memiliki bagian seperti sayap yang dipasangkan pada penyangga di bawah lambung kapal. Ketika kapal meningkatkan kecepatannya, kapal hidrofoil dapat menimbulkan gaya angkat yang menjadikan lambungnya terangkat dan keluar dari air. “Sehingga kapal terlihat seperti melayang,” kata Wisnu.

Terbuat dari aluminium, lanjut Wisnu, kapal tersebut telah dirancang memiliki bobot yang cukup ringan supaya bisa melayang, sedangkan sayapnya sendiri terbuat dari baja karbon.

Ketika digunakan sebagai Kapal Selam, air dimasukkan ke dalam kapal untuk menurunkan posisi kapal tersebut. “Kedalamannya pun bisa mencapai sepuluh meter,” kata Wisnu, Sabtu (22/2/2020).

Ketika menyelam, ujar Wisnu, kecepatan kapal ini bisa mencapai 15 knot. Sedangkan dalam mode hidrofoil, kecepatannya bisa mencapai 35 sampai 45 knot.

Wisnu mengungkapkan bahwa kapal ini cocok digunakan sebagai kapal pengintai yang bisa dipakai untuk menangkap para pencuri ikan di perairan Indonesia.

Alasannya, ujar Wisnu, kapal pencuri ikan tidak akan mengetahui kedatangan dari kapal perang ini ketika dalam mode selam, sehingga pencuri ikan tersebut tidak akan kabur ketika The Croc datang.

Dalam proses pembuatannya, Wisnu juga bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), dan beberapa pihak lainnya.

Harapannya, The Croc sebagai kapal perang buatan dalam negeri ini bisa membantu dalam menjaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terkait adanya penyeludupan atau pencurian yang kerap terjadi di perairan Indonesia.(tok/bid)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2020
26o
Kurs